banner 728x250

NCI Tertinggi di Jajaran Kilang Pertamina, Apa Keistimewaan Kilang Balongan?Berikut Ulasannya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com – Di balik pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang menopang aktivitas masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan sektor hulu hingga hilir industri minyak dan gas bumi. Untuk memastikan rantai tersebut berjalan optimal, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengunjungi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi dan diskusi. Rombongan SKK Migas juga mendalami proses bisnis Kilang Balongan, mulai dari penerimaan minyak mentah (crude oil) hingga pengolahannya menjadi berbagai produk BBM, non-BBM, dan petrokimia.

banner 325x300

Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah tingkat kompleksitas pengolahan Kilang Balongan. Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan bahwa meskipun menjadi kilang termuda milik Pertamina, Kilang Balongan memiliki nilai Nelson Complexity Index (NCI) tertinggi di antara kilang Pertamina lainnya, yakni 11,9.

Nilai tersebut menggambarkan tingkat kompleksitas fasilitas pengolahan yang dimiliki kilang, sekaligus mendukung kemampuan menghasilkan produk BBM berkualitas tinggi secara lebih efisien.

Yulianto menegaskan, Kilang Balongan berfokus pada kegiatan pengolahan minyak (refining). Adapun penyaluran BBM kepada masyarakat menjadi tanggung jawab unit bisnis Pertamina yang menangani distribusi.

“Refinery Unit (RU) Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 ribu barel per hari atau 150 MBSD. Sebanyak 82 persen produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat,” terang Yulianto di Ruang Strategic Command Center Kilang Balongan.

Ia menjelaskan, produk BBM dari kilang disalurkan melalui jaringan pipa menuju Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang).

Besarnya kapasitas pengolahan dan jangkauan distribusi tersebut menjadikan kelancaran operasional Kilang Balongan sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Koordinator Fungsi Komersialisasi Minyak dan Kondensat SKK Migas, Dody Susanto, menjelaskan bahwa kunjungan timnya bertujuan memastikan proses produksi BBM di kilang Pertamina berjalan lancar. Selain itu, kunjungan tersebut juga untuk memastikan minyak mentah hasil produksi dalam negeri dapat terserap sebagai bahan baku (feed) kilang domestik.

Tim SKK Migas turut mencermati proses penerimaan minyak mentah hingga pengolahannya agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ditetapkan pemerintah.

“Pada prinsipnya, kunjungan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara sektor hulu dan hilir. Sektor hulu mengupayakan penyediaan minyak mentah dengan kualitas terbaik untuk kilang Pertamina,” ungkap Dody Susanto.

Sinergi kedua sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Ketersediaan minyak mentah yang sesuai dengan kebutuhan kilang diharapkan dapat mendukung kelancaran pengolahan serta menjaga pasokan produk energi.

Sementara itu, Vice President Supply dan Logistic Operation PT Pertamina Patra Niaga, Woody Boemara, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai kunjungan kerja SKK Migas sebagai agenda positif untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Woody, ketersediaan BBM yang digunakan masyarakat merupakan hasil keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sektor hulu yang menyediakan minyak mentah, kilang yang mengolahnya menjadi produk energi, hingga unit pemasaran dan distribusi yang menyalurkannya kepada konsumen.

“Setiap tetes produk BBM yang digunakan masyarakat ada andil semua pihak, mulai dari SKK Migas selaku pemegang kebijakan di sektor hulu, kilang yang bertugas memproduksi BBM, hingga peran MOR dalam proses penyalurannya,” ujar Woody.

Ia menambahkan, meskipun proses produksi hingga distribusi BBM melibatkan tahapan yang kompleks, Pertamina berkomitmen menjalankan kebijakan satu harga BBM di berbagai daerah di Indonesia.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemerataan akses energi bagi masyarakat, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan distribusi tersendiri.

Selain berdiskusi di ruang rapat, rombongan SKK Migas juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit operasional Kilang Balongan. Dalam kunjungan lapangan tersebut, rombongan melihat fasilitas pengolahan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai fungsi masing-masing unit.

Melalui kunjungan ini, koordinasi antara sektor hulu dan hilir diharapkan semakin solid, terutama dalam memastikan penyerapan minyak mentah domestik, menjaga kelancaran operasional kilang, serta mendukung ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional di tengah kebutuhan masyarakat dan industri yang terus berkembang.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *