BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak kebakaran di Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., bersama jajaran personel Ditpolairud sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
Penyaluran bantuan berlangsung pukul 14.40 hingga 15.14 WITA. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kebakaran pada Jumat (16/10/2026) dini hari. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah rumah warga terbakar dan mengakibatkan berbagai barang kebutuhan keluarga tidak dapat diselamatkan.
Dalam kegiatan tersebut, Ditpolairud Polda Sulut menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, serta kebutuhan balita. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang kehilangan barang-barang penting dan membutuhkan perlengkapan untuk menjalani aktivitas sehari-hari setelah kebakaran.
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan. Ia menjelaskan bahwa bantuan diberikan sesuai kebutuhan warga terdampak, termasuk perhatian terhadap enam balita yang informasinya diterima pihaknya.
Selain penyaluran bantuan, penyediaan tenda darurat juga dilakukan melalui kerja sama dengan Polres Bitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial Kota Bitung. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu menyediakan tempat berlindung sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Bayuaji juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan. Ia mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran di lingkungan permukiman.
Salah seorang warga terdampak, Alwiyah Badarab, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa kebakaran menghanguskan sejumlah barang milik warga, termasuk pakaian, buku, sepatu, dan perlengkapan sekolah. Menurut keterangannya, sekitar 10 anak usia sekolah kehilangan perlengkapan sekolah, sementara kebutuhan bayi seperti popok dan susu juga menjadi perhatian warga terdampak.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, sebanyak 17 hingga 19 rumah terdampak kebakaran di Lingkungan II, RT 06, Kelurahan Pateten Satu. Dari jumlah tersebut, 14 rumah disebut mengalami kerusakan parah, tiga rumah terdampak pada bagian dapur, dan satu rumah mengalami kebakaran pada bagian lantai atas. Dugaan mengenai korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran masih perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Melalui bantuan dan koordinasi lintas instansi, diharapkan kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi dan masyarakat dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap.
Harto


















