Karawang,pikiranrakyatnusantara.com– Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang kembali menggelar Anugerah Sapta Pesona Karawang (Asoka Award) 2026. Ajang penghargaan tahunan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para pelaku yang berkontribusi dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, kepemudaan, dan olahraga.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Melalui Asoka Award, pemerintah daerah berupaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme pengelolaan usaha, serta daya saing sektor pariwisata di wilayah Karawang.
Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, menyampaikan bahwa Asoka Award merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi para pelaku industri yang selama ini turut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
Dikutip dari Podcast Sturada, Lusi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang semakin berkualitas.
“Apresiasi ini adalah bentuk respect kami kepada para pelaku industri. Meskipun tentu masih ada hal yang perlu dievaluasi, kami berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki dan membenahi pembinaan ke depan,” ujar Lusi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Disparpora Karawang menyiapkan 10 kategori penghargaan yang mencakup beragam bidang usaha dan aktivitas masyarakat. Cakupan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang apresiasi yang lebih luas bagi para pelaku yang berperan dalam memajukan potensi daerah.
Kurasi Ketat, Akademisi Dilibatkan dalam Penilaian
Ketua Tim Pariwisata Disparpora Karawang, Wildan, menjelaskan bahwa proses penilaian Asoka Award dilaksanakan melalui mekanisme kurasi dengan melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Sejumlah sektor yang masuk dalam penilaian meliputi destinasi wisata alam, destinasi wisata buatan, restoran, kafe, kepemudaan dan olahraga, penyelenggara acara kreatif, ekonomi kreatif, hingga seni dan budaya.
“Seluruh usulan yang masuk telah kami kurasi secara ketat sehingga menghasilkan tiga nominasi terbaik untuk masing-masing kategori,” terang Wildan.
Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan para kandidat dinilai berdasarkan kriteria yang relevan dengan bidang masing-masing.
Lebih jauh, Asoka Award juga diharapkan menjadi dorongan bagi para pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata agar semakin memperhatikan aspek legalitas usaha, termasuk kelengkapan perizinan dan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Harapannya, pelaku usaha yang belum melengkapi persyaratan perizinan dapat segera melengkapinya sehingga mereka semakin termotivasi untuk berkembang,” imbuhnya.
Hospitality Jadi Faktor Penting
Dalam upaya meningkatkan mutu pariwisata daerah, Disparpora Karawang turut mengacu pada standar mutu Kementerian Pariwisata, termasuk klasifikasi bidang usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Lusi menjelaskan, dari sekitar 52 klasifikasi KBLI yang menjadi acuan sektor pariwisata, terdapat sekitar 17 sektor usaha pariwisata yang aktif dan menjadi bagian dari proses kurasi di Kabupaten Karawang.
Penilaian Asoka Award tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi dan legalitas usaha. Kebersihan lingkungan, kualitas pengelolaan, serta penerapan prinsip Sapta Pesona juga menjadi aspek yang diperhatikan.
Namun, ada satu unsur yang dinilai sangat menentukan dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan, yakni hospitality atau keramahtamahan.
“Hospitality atau keramahtamahan menjadi aspek yang paling krusial dalam penilaian,” tegas Lusi.
Keramahtamahan dinilai penting karena pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, kenyamanan, keamanan, dan sikap para pelaku usaha dalam menyambut pengunjung.
Disparpora Karawang berharap para penerima Asoka Award 2026 dapat menjadi representasi sekaligus contoh bagi pelaku industri pariwisata lainnya dalam menerapkan standar pengelolaan dan pelayanan yang baik.
Selain kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap ketentuan usaha, kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam upaya pengembangan sektor tersebut.
Menurut Lusi, pemerintah daerah memiliki peran untuk memfasilitasi pelaku industri sekaligus memastikan wisatawan memperoleh pelayanan yang optimal selama berkunjung ke Karawang.
“Tugas kami di Disparpora adalah memfasilitasi dan memberikan pelayanan (treatment) terbaik bagi wisatawan. Dengan begitu, angka kunjungan wisata ke Karawang dapat terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Melalui Asoka Award 2026, Disparpora Karawang berharap apresiasi terhadap para pelaku industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan standar mutu, penguatan legalitas usaha, serta pengembangan potensi lokal. Dengan demikian, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang diharapkan semakin berdaya saing dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
(Abah Rudi)


















