Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Peluang kerja sama pemanfaatan air baku antara Perumdam Tirta Darma Ayu dan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (22/10/2026). Penjajakan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi antara badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD), sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Suhendri, S.H., mengatakan kunjungan tersebut merupakan upaya memperkuat sinergi antara Pertamina, DPRD, dan BUMD. Hubungan kelembagaan yang harmonis dinilai penting untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif serta membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi daerah.
Tak hanya memperkuat komunikasi, Komisi III juga mendorong partisipasi Kilang Balongan dalam mendukung peningkatan PAD Kabupaten Indramayu melalui berbagai skema kemitraan usaha bersama BUMD.
Salah satu peluang yang ditawarkan ialah kerja sama pemanfaatan air baku yang dikelola Perumdam Tirta Darma Ayu.
“Kami harap ada peluang kerja sama yang bisa terjalin antara Kilang RU Balongan dengan BUMD agar keberadaan BUMN Pertamina mendorong PAD Indramayu,” ujar Suhendri.
Menanggapi tawaran tersebut, Executive General Manager (EGM) Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk operasional maupun penyimpanan saat ini telah terpenuhi 100 persen melalui fasilitas Water Intake Salamdarma (WIF) di Subang yang dimiliki Kilang Pertamina Balongan.
Menurut Yulianto, sebagian besar kapasitas penyaluran air baku dari Salamdarma dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan unit utilities, yang berperan dalam mendukung penyediaan energi bagi operasional kilang.
Meski kebutuhan air saat ini telah terpenuhi melalui fasilitas tersebut, Yulianto menyatakan peluang sinergi dengan Perumdam Tirta Darma Ayu tetap terbuka. Namun, rencana kerja sama perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk melalui pendalaman teknis, evaluasi, dan perhitungan yang matang.
Dengan demikian, peluang pemanfaatan air dari Perumdam masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diwujudkan menjadi kesepakatan yang konkret.
Yulianto juga mengungkapkan bahwa Kilang Balongan dan Perumdam Tirta Darma Ayu sebenarnya telah menjalin kerja sama jual beli air bersih sejak Desember 2022. Kerja sama tersebut selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kompleks Perumahan Pertamina Bumi Patra.
Kerja sama yang telah berjalan itu menjadi salah satu bentuk hubungan bisnis antara Pertamina dan Perumdam. Ke depan, peluang perluasan kemitraan dapat dibahas dengan mempertimbangkan kebutuhan, spesifikasi air, kapasitas pasokan, serta aspek teknis dan ekonomis.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, S.E., M.Si., menyampaikan kesiapan perusahaannya untuk memberikan pelayanan air bagi kebutuhan operasional Kilang Balongan apabila peluang kerja sama tersebut dapat direalisasikan.
Nurpan meyakini pasokan air Perumdam cukup untuk mendukung kebutuhan kilang dengan spesifikasi air yang sesuai. Ia juga berharap kerja sama tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, termasuk berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Indramayu.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk melihat potensi sinergi yang lebih luas antara BUMN dan BUMD. Di satu sisi, Kilang Balongan telah memiliki sumber pasokan air untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Di sisi lain, Perumdam menawarkan peluang kemitraan yang diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi daerah.
Kini, peluang tersebut masih membutuhkan kajian dan perhitungan lebih lanjut. Apabila aspek teknis, kebutuhan operasional, serta nilai ekonominya dapat diselaraskan, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu upaya memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan dan pendapatan daerah Indramayu.


















