Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com– Kepedulian terhadap anak yatim dan keluarga kurang mampu kembali diwujudkan melalui kegiatan khitanan massal gratis yang diselenggarakan Yayasan Nurul Ulum Indramayu di Gedung Baru MDTU Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan sosial yang diikuti 26 anak tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Menurutnya, khitanan massal tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak sekaligus pelaksanaan tuntunan agama.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu, Syaefudin menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Nurul Ulum Indramayu beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap, anak-anak yang mengikuti khitanan massal dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, berakhlak mulia, serta mampu membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan Kabupaten Indramayu.
Syaefudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kepedulian tersebut, katanya, tidak harus diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, serta dukungan pendidikan.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus dipelihara melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Indramayu REANG, yakni Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.
Wabup Syaefudin turut berharap Yayasan Nurul Ulum Indramayu terus mengambil peran aktif dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar senantiasa mendampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang, memberikan pendidikan agama yang baik, serta menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.
“Semoga kegiatan khitanan massal ini menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat membangun masyarakat yang semakin peduli dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pembina dan Yayasan Madrasah Nurul Ulum Babadan, Dr. H. Achmad Baequni, menjelaskan bahwa Madrasah Nurul Ulum Babadan telah berdiri sejak 1932. Keberlangsungan lembaga pendidikan tersebut tidak terlepas dari keikhlasan para pendiri, pengabdian para guru, serta dukungan masyarakat yang terus menjaga pendidikan agama dari generasi ke generasi.
Menurutnya, budaya gotong royong masyarakat Babadan, baik melalui tenaga, perhatian, maupun bantuan materi, menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempertahankan keberlangsungan madrasah.
Dukungan tersebut juga berperan dalam membekali generasi muda dengan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman agama yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pihak yayasan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, lembaga keuangan, dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Madrasah selalu berjalan bersama pemerintah untuk mendidik anak-anak agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para peserta khitanan massal. Salah satunya Evan Samudera (7), warga Babadan Blok Kebon Kelapa, yang mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-temannya.
Kehadiran peserta seusianya menjadi gambaran bahwa kegiatan khitanan massal bukan sekadar pelayanan sosial, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh dukungan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Sinergi antara pemerintah, yayasan, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut demi membangun Indramayu yang religius, peduli, dan sejahtera.
(Casinih)


















