SAMPANG — Beredar pamflet Kegiatan konser yang mengatasnamakan aksi amal disorot publik lantaran diduga meraup keuntungan dari penjualan tiket. Kamis 29/01/2026
Alih-alih murni kegiatan sosial, konser tersebut justru dinilai lebih menyerupai agenda hiburan komersial yang memanfaatkan label amal untuk menarik simpati masyarakat.
Konser yang digelar dengan sistem tiket berbayar itu tidak disertai penjelasan terbuka terkait persentase dana yang disumbangkan dan alokasi keuntungan acara.
Sementara ini panitia belum mempublikasikan laporan resmi mengenai total pemasukan dari penjyalan tiket maupun besaran dana yang benar-benar disalurkan untuk kepentingan sosial.
Sejumlah warga menilai praktik tersebut berpotensi menyesatkan. “Kalau tiket dijual dan tidak ada laporan donasi yang jelas, ini patut dipertanyakan. Jangan sampai amal hanya dijadikan kedok,” ujar salah satu warga.
Pengamat sosial menegaskan, kegiatan yang mengklaim sebagai amal wajib transparan dan akuntabel, terutama jika melibatkan transaksi tiket dan sponsor.
Tanpa keterbukaan, konser amal berisiko berubah menjadi ajang bisnis yang mengeksploitasi empati publik.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara belum memberikan klarifikasi terkait dugaan keuntungan dari penjualan tiket tersebut.
Publik pun mendesak adanya pengawasan dari instansi terkait agar kegiatan sosial tidak disalahgunakan. Bersambung….
( tim )


















