Bitung, 17 Maret 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan nasional melalui momentum serah terima jabatan (sertijab) Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Patroli Airud di lingkungan Polda Sulawesi Utara.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Mako Ditpolairud, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bagian dari strategi besar Polri dalam memperkokoh profesionalisme dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman di laut—mulai dari penyelundupan, illegal fishing, hingga kejahatan lintas negara.
Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/85/III/HUK.6.6./2026.
Dalam sertijab tersebut, jabatan Kasubdit Patroli Airud resmi diserahterimakan dari Kompol Adi Edwin Hariawang kepada Kompol Karel Tangay, S.H. Pergantian ini menjadi bagian dari langkah tegas Polri dalam menjaga ritme organisasi tetap dinamis, adaptif, dan responsif terhadap tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa mutasi jabatan di tubuh Polri bukan sekadar rotasi administratif, melainkan bentuk nyata penguatan institusi.
“Ini adalah momentum strategis. Bukan hanya pergantian pejabat, tetapi langkah konkret untuk memperkuat profesionalisme dan kehadiran negara di wilayah perairan, khususnya di Sulawesi Utara yang memiliki posisi vital dalam jalur pelayaran nasional dan internasional,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kinerja yang telah ditorehkan, sekaligus menantang pejabat baru untuk bergerak cepat, adaptif, dan inovatif.
Sementara itu, Kompol Karel Tangay menyatakan kesiapan penuh dalam mengemban amanah baru tersebut.
“Amanah ini bukan ringan. Ini adalah tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut. Kami siap bekerja maksimal, bersinergi, dan memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat pesisir,” ujarnya tegas.
Sebagai garda terdepan di wilayah perairan, Ditpolairud memegang peran vital dalam patroli laut, penegakan hukum, serta perlindungan terhadap masyarakat pesisir dan aktivitas maritim. Penguatan di sektor ini dinilai menjadi bagian penting dari strategi nasional menjaga stabilitas keamanan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Ditpolairud, Bhayangkari, personel, unsur kapal BKO KP Kresna, pemangku kepentingan, hingga insan pers.
Usai prosesi sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan, sebagai simbol soliditas dan kekompakan internal.
Dengan momentum ini, Polri menegaskan bahwa pengamanan wilayah perairan bukan sekadar tugas rutin, melainkan bagian dari pertaruhan kedaulatan negara. Publik kini menaruh harapan besar agar Ditpolairud Polda Sulut mampu tampil lebih tajam, profesional, dan tanpa kompromi dalam menjaga laut Indonesia.
Harto


















