Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Kondisi jalan kabupaten ruas PU Gadingan–Sudikampiran, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kerusakan parah yang membentang hampir satu kilometer itu kini viral di media sosial dan memicu gelombang keluhan warga.
Pantauan di lapangan, jalan tersebut dipenuhi lubang dalam, permukaan licin, berlumpur, serta digenangi air di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Salah satu warga, Asep Irawan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan dari pemerintah daerah. Ia menyebut, kerusakan jalan itu bukan hal baru dan sudah berlangsung lama tanpa perbaikan berarti.
“Ini sudah lama rusak, bahkan bisa dibilang sudah bobrok. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” tegas Asep, Sabtu (28/3/2026).
Asep juga menyinggung janji dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu yang sebelumnya menyatakan perbaikan akan dilakukan pada awal tahun 2026. Namun hingga akhir Maret, realisasi tersebut belum terlihat.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah sangat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih jalur tersebut merupakan akses utama warga serta dilalui pelajar setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah.
“Lubangnya dalam, tertutup air, jadi tidak kelihatan. Ini sangat berbahaya, apalagi untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.
Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, warga setempat mengambil langkah unik dengan menanam pohon pisang dan pepaya di tengah lubang jalan. Aksi tersebut dilakukan agar pengendara lebih waspada saat melintas di jalur rawan tersebut.
“Kami terpaksa tanam pohon supaya orang tahu ada lubang. Ini juga bentuk kekecewaan kami karena belum ada perbaikan,” tambahnya.
Warga pun mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah, mulai dari Bupati Indramayu, Gubernur Jawa Barat, hingga pemerintah pusat, agar segera turun tangan menangani kerusakan jalan tersebut.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki. Kasihan masyarakat yang setiap hari melintas di sini,” pungkas Asep.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu realisasi janji perbaikan dari pihak terkait. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin risiko kecelakaan akan semakin meningkat dan aktivitas warga semakin terganggu.
















