Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Usai viral di media sosial, kondisi jalan kabupaten penghubung Desa Gadingan–Sudikampiran, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, jalan rusak sepanjang 1,4 kilometer tersebut dipastikan akan dilakukan pengecoran beton pada awal Mei 2026.
Kepastian ini disampaikan setelah Plt Kepala DPUPR, Maulana Malik, turun langsung meninjau kondisi jalan pada Senin (30/3/2026). Didampingi Camat Sliyeg, ia melakukan pengecekan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran sebagai bagian dari rencana prioritas pembangunan tahun ini.
Dalam rencana tersebut, jalan akan dibeton dengan panjang 1,4 kilometer, lebar 5 meter, dan ketebalan 20 sentimeter.
Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak parah menjadi sorotan publik karena dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga bahkan sempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang dan pepaya di tengah jalan sebagai tanda adanya lubang dengan kedalaman rata-rata mencapai 30 sentimeter.
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang besar dan permukaan tidak rata telah lama dikeluhkan masyarakat. Terlebih saat musim hujan, kondisi jalan menjadi licin, tergenang air, dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Maulana Malik menyatakan pihaknya telah menuntaskan perhitungan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
“Dapat kami sampaikan bahwa pihak DPUPR telah menghitung anggaran dan jarak yang nanti akan dibetonisasi dengan rincian sekitar Rp3,5 miliar untuk sepanjang 1,4 kilometer, dan pelaksanaan akan dimulai awal Mei 2026. Saat ini proses lelang sedang dipersiapkan. Jalur ini menjadi prioritas untuk dibangun,” ujarnya kepada awak media di lokasi.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu saat ini tengah fokus melakukan percepatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur.
“Pemkab Indramayu sedang melaksanakan percepatan pembangunan, baik di bidang infrastruktur maupun sarana dan prasarana pendidikan. Ini merupakan perintah Bupati Lucky Hakim sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, termasuk penanganan sampah dan penerangan jalan di titik-titik rawan,” tambahnya.
Langkah cepat pemerintah daerah ini pun disambut positif oleh warga setempat. Mereka berharap perbaikan dilakukan secara maksimal agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah keluhan kami sudah didengar langsung oleh Pak Bupati Lucky dan pihak dinas terkait. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Plt Kadis PUPR,” ujar Udin (42), warga setempat, dengan wajah sumringah.


















