MANADO — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sam Ratulangi, Manado, mencatat momen penting dalam penguatan pertahanan udara nasional dengan kedatangan perdana pesawat angkut militer Airbus A400M, Jumat (17/4).
Pesawat angkut strategis tersebut mendarat di landasan Bandara Sam Ratulangi dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Sam Ratulangi, Marsma TNI Yoyon Kuscahyono, S.Sos., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Utara serta komunitas bandara.
Dalam sambutannya, Danlanud menyampaikan bahwa kehadiran Airbus A400M menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara, khususnya dalam meningkatkan kemampuan mobilitas udara di kawasan timur Indonesia.
“Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AU dalam memperkuat kapasitas pertahanan udara nasional, sekaligus mendorong minat generasi muda, khususnya di Sulawesi Utara, untuk mengenal dan bergabung dengan dunia dirgantara,” ujarnya.
Airbus A400M merupakan pesawat angkut militer generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasi modern.
Pesawat ini mampu mengangkut beban hingga sekitar 37 ton, dengan jangkauan operasional lebih dari 6.400 kilometer.
Selain itu,
kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL) memungkinkan pesawat beroperasi di landasan pendek maupun daerah terpencil.
Ditenagai empat mesin turboprop, A400M mampu menjalankan berbagai misi, mulai dari pengangkutan pasukan dan logistik, bantuan kemanusiaan, evakuasi medis, hingga pengisian bahan bakar di udara.
Kehadirannya dinilai semakin memperkuat kesiapan operasional TNI AU dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Jajar kehormatan personel Lanud Sam Ratulangi turut mewarnai acara sebagai bentuk penghormatan atas kedatangan alutsista strategis tersebut di Bumi Nyiur Melambai.
Kedatangan Airbus A400M ini merupakan bagian dari program modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara yang terus didorong pemerintah guna meningkatkan kemampuan pertahanan serta respons cepat terhadap berbagai misi, baik militer maupun kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.
Harto


















