Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Kinerja seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Puskesmas Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan tajam. Anton Rahmawan, yang diketahui bertugas sebagai perawat, diduga tidak menjalankan kewajiban pelayanan secara maksimal sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (2/5/2026), Anton disebut lebih sering hadir hanya untuk melakukan absensi tanpa memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Situasi ini memicu perhatian serius dari internal puskesmas, mengingat peran tenaga medis sangat vital dalam pelayanan publik.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Tata Usaha melalui Suroto mengungkapkan bahwa perilaku tersebut terjadi berulang dan sudah cukup lama berlangsung.
“Anton ini selain hari piketnya sebagai perawat yaitu hari Senin dan Rabu, datang hanya untuk absen saja sambil mengantarkan istrinya yang juga bekerja di sini. Setelah itu pulang lagi, lalu sore hari datang kembali untuk absen saat menjemput istrinya. Itu dilakukan hampir setiap hari tanpa keterangan yang jelas,” ujar Suroto.
Pihak puskesmas mengaku tidak tinggal diam. Berbagai upaya pembinaan telah dilakukan, mulai dari teguran hingga opsi mutasi atau pindah tugas. Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
“Kami sudah menyampaikan kepada Anton, apabila merasa kurang nyaman bekerja di sini, dipersilakan mengundurkan diri atau pindah ke puskesmas lain. Namun hal tersebut tidak dihiraukan. Kami juga bingung harus bagaimana lagi menasihatinya agar bekerja sesuai prosedur,” tambahnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas layanan kesehatan masyarakat. Ketidakhadiran tenaga medis dalam menjalankan tugas secara optimal berpotensi mengganggu pelayanan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan.
Diharapkan adanya evaluasi dan tindak lanjut tegas dari pihak berwenang agar disiplin ASN tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal sesuai aturan yang berlaku.


















