Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2025–2030, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI). Menurutnya, pembangunan sektor pertanian harus dimulai dari penguatan infrastruktur irigasi yang menjadi penopang utama produktivitas lahan.
Daniel menilai keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih unggul dan pupuk, tetapi juga oleh kelancaran distribusi air ke areal persawahan. Karena itu, Program P3A-TGAI dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program P3A-TGAI diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani,” ujar Daniel.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program harus berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Daniel juga mengingatkan pentingnya menjaga prinsip swakelola dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai pelaksana utama, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan pembangunan jaringan irigasi memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya terlihat pada pelaksanaan Program P3A-TGAI di jaringan irigasi D.I. Rentang, Desa Sliyeg, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, yang bersumber dari APBN Murni Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp195.000.000.
Warga dan para petani Desa Sliyeg menyampaikan apresiasi atas pembangunan saluran irigasi tersebut. Mereka menilai keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan mempermudah pengairan sawah sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi terkait. Dengan adanya kegiatan ini, kami merasa sangat terbantu dalam mengelola sawah secara maksimal guna mencapai hasil panen yang lebih baik,” ujar salah seorang petani saat ditemui awak media, Selasa (21/7/2026).
Masyarakat berharap program serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah pertanian di Jawa Barat. Dengan jaringan irigasi yang semakin baik, risiko kekeringan dapat ditekan, produktivitas pertanian meningkat, dan sektor pertanian diharapkan semakin kokoh menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


















