Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Dalam upaya mendukung modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya padi, Koramil 0616-05/Sukagumiwang menghadiri kegiatan Uji Terap Teknologi Tabela (Tanam Benih Langsung) dalam rangka menyukseskan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di area persawahan Poktan Dewi Sri, Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Kegiatan diikuti unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta para petani Poktan Dewi Sri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kertasemaya Andri M. Shaleh, S.STP., Danramil 0616-05/Sukagumiwang yang diwakili Pelda Sofyan Sobirin, Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto, S.H., M.H., Kuwu Desa Tulungagung H. Hartini, para PPL Kecamatan Kertasemaya, serta para petani Poktan Dewi Sri.
Teknologi Tabela atau Tanam Benih Langsung merupakan metode penanaman padi dengan cara menaburkan benih langsung pada petakan sawah tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam seperti metode tanam pindah (tapin).
Penerapan teknologi tersebut dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja tanam sekaligus menekan biaya produksi. Berdasarkan hasil demplot yang dipaparkan dalam kegiatan, penerapan Tabela mampu memberikan efisiensi tenaga kerja sebesar 23,4 persen dan meningkatkan pendapatan hingga 11,1 persen dibandingkan metode tapin.
Dalam uji terap kali ini, terdapat dua metode Tabela yang diperkenalkan, yakni Tabela Tegel/Atabela Drum Seeder dan Tabela Sebar/Hambur.
Metode Tabela Tegel menggunakan alat drum seeder berbahan paralon berukuran 3–4 inci yang telah dilubangi sehingga benih dapat keluar secara teratur sesuai jarak tanam. Metode ini dinilai lebih hemat benih dan menghasilkan pola tanam yang lebih rapi, serta dapat diterapkan pada sistem legowo 2:1.
Sementara itu, metode Tabela Sebar dilakukan dengan menghamburkan benih secara langsung maupun menggunakan papan. Cara tersebut lebih cepat dalam proses penanaman, namun membutuhkan jumlah benih lebih banyak dibandingkan metode drum seeder.
Dalam pelaksanaannya, petani juga diberikan pemahaman mengenai tahapan penting penerapan Tabela, mulai dari seleksi benih, persiapan lahan, kebutuhan benih, pengelolaan air dan gulma, hingga pemupukan.
Seleksi benih menjadi salah satu tahapan penting. Benih terlebih dahulu direndam menggunakan larutan garam dengan pengujian konsentrasi menggunakan telur ayam mentah. Benih yang tenggelam dipilih sebagai benih bernas, kemudian direndam selama 24 jam, ditiriskan dan diangin-anginkan selama 24 jam sebelum digunakan.
Pada tahap pengolahan lahan, petakan dipersiapkan sekitar 2–3 hari sebelum tanam. Untuk metode Tabela Tegel, dibuat caplakan atau alur tanam dengan jumlah sekitar 5–7 benih pada setiap titik tanam.
Dari sisi kebutuhan benih, kepadatan populasi terbaik untuk metode Tabela dapat berada di kisaran 5 kilogram per hektare, sedangkan metode sebar atau hambur dapat membutuhkan benih lebih banyak, sekitar 20–25 kilogram per hektare, tergantung kondisi dan teknik penerapannya.
Pengelolaan air juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan Tabela. Pada hari pertama hingga ketiga setelah tanam, lahan dijaga dalam kondisi macak-macak dan tidak digenangi. Selanjutnya, genangan tipis mulai diberikan. Pengendalian gulma dilakukan melalui pengendalian pra-tumbuh maupun purna-tumbuh serta penyiangan manual sesuai kondisi pertanaman.
Sementara untuk pemupukan pada lahan tadah hujan, rekomendasi yang dipraktikkan dalam uji terap antara lain NPK 15-15-15 sebanyak 350 kilogram per hektare dan Urea 150 kilogram per hektare yang diberikan secara bertahap menyesuaikan fase pertumbuhan tanaman.
Perwakilan Koramil 0616-05/Sukagumiwang, Pelda Sofyan Sobirin, menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Melalui uji terap seperti ini, para petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian modern yang diharapkan mampu menghemat tenaga, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan hasil dan pendapatan petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, PPL dan kelompok tani perlu terus diperkuat agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan uji terap Tabela tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pertanian di wilayah Kecamatan Kertasemaya, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang lebih modern, efisien, produktif dan berkelanjutan melalui program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
(Casinih)


















