banner 728x250
Berita  

JCO Jatibarang Kini Bisa Tersalurkan Lewat SPM Balongan, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) Balongan kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Pertamina EP Zona 7 terkait handling loading minyak mentah Jatibarang Crude Oil (JCO) produksi Pertamina EP melalui fasilitas Single Point Mooring (SPM) 165.000 DWT milik Kilang Pertamina Balongan.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Rapat 223 Pertamina EP Klayan, Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani Executive General Manager (EGM) PT PPN RU Balongan Yulianto Triwibowo bersama General Manager Pertamina EP Zona 7 Jufrianson Alfredo Sinaga.

banner 325x300

Yulianto Triwibowo mengatakan, pemanfaatan bersama fasilitas SPM merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki Pertamina Group. Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkuat keberlangsungan bisnis masing-masing entitas sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi negara dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kerja sama pemanfaatan bersama fasilitas SPM ini adalah strategi yang baik dalam mengoptimalkan infrastruktur perusahaan agar roda bisnis Pertamina Group bisa saling menyokong demi keberlangsungan bisnis masing-masing entitas sekaligus bermanfaat untuk negara terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional,” ujar Yulianto.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri Kilang Pertamina Balongan telah mengolah minyak mentah dari Duri dan Minas, Provinsi Riau. Seiring perkembangan, kilang tersebut kini turut menyerap Jatibarang Crude Oil sebagai salah satu bahan baku produksi bahan bakar minyak (BBM).

“Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan berdampak pada peningkatan margin perusahaan, serta dapat mengurangi impor crude oil,” katanya.

Sementara itu, General Manager Pertamina EP Zona 7 Jufrianson Alfredo Sinaga menilai keberadaan Pertamina yang memiliki lini bisnis produksi minyak mentah sekaligus industri pengolahan menjadi salah satu kekuatan strategis Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Indonesia diyakini mampu survive di tengah gejolak ekonomi dunia karena memiliki Pertamina EP yang bertugas memproduksi crude oil dan memiliki kilang minyak sebagai industri pengolah crude menjadi BBM, di mana negara lain banyak yang tidak memiliki kedua bisnis tersebut,” ungkap Jufrianson.

Menurutnya, keterhubungan antara produksi minyak mentah dan kapasitas pengolahan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan energi. Selain menjaga kesinambungan produksi, sinergi tersebut juga dapat menekan ketergantungan terhadap minyak mentah impor.

“Ini patut kita syukuri karena ada keseimbangan antara kapasitas produksi crude dengan kilang, minimal mengurangi impor dan menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Jufrianson menambahkan, pemanfaatan fasilitas SPM berkapasitas 165.000 DWT memungkinkan Jatibarang Crude Oil tersalurkan ke kilang lain, sekaligus membantu menjaga kesinambungan produksi minyak mentah Pertamina EP.

SPM 165.000 DWT merupakan fasilitas sandar terapung di laut lepas milik Kilang Pertamina Balongan yang berada sekitar 15 hingga 18 kilometer dari daratan. Fasilitas tersebut digunakan untuk proses bongkar muat minyak mentah dari kapal tanker berukuran besar sebelum dialirkan menuju kilang melalui jaringan pipa bawah laut.

Aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan juga menjadi perhatian dalam pengoperasian fasilitas tersebut. Personel gabungan Kilang Pertamina Balongan secara rutin melakukan patroli laut untuk memeriksa dan mengawasi kondisi SPM, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan operasional, kebocoran, maupun risiko pencemaran lingkungan laut.

Kolaborasi antara PPN RU Balongan dan Pertamina EP Zona 7 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar-entitas Pertamina. Optimalisasi infrastruktur SPM tidak hanya mendukung kelancaran distribusi minyak mentah, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi, menjaga keberlanjutan bisnis, serta memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *