Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang disiplin sekaligus mencegah terjadinya tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Rosidi melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya bullying dan pembentukan disiplin siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, tersebut diikuti para siswa dengan penuh antusias dan semangat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Rosidi, Babinsa Desa Pekandangan Kopda Wili, para wali asuh Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, dosen pembimbing dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Drs. Catur Heri Wibawa, MM dan Sri Ratna Ningrum, S.Sos., M.PS.Sp, serta 11 mahasiswa/i Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.
Kegiatan juga diikuti sekitar 90 siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu.
Dalam penyampaian materinya, Mayor Inf Rosidi menekankan pentingnya menanamkan sikap disiplin, saling menghormati, menjaga etika, serta menjauhi segala bentuk tindakan bullying, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, bullying dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi mental, psikologis, serta perkembangan karakter anak. Karena itu, diperlukan kesadaran dan kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah munculnya sifat arogansi maupun tindakan represif pada anak-anak, mencegah tindakan saling menyakiti antar teman, tidak melakukan intimidasi terhadap sesama rekan, serta tidak merendahkan orang lain secara sengaja dan dilakukan berulang kali,” tegas Mayor Inf Rosidi.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa. Para siswa diberikan motivasi untuk membangun sikap disiplin, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kasdim berharap pemahaman yang diberikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kedisiplinan, tetapi juga beretika dan mampu membangun hubungan sosial yang positif.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu semakin memahami dampak negatif bullying serta mampu menerapkan sikap disiplin dan saling menghormati. Dengan demikian, tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
(Udin.S)


















