banner 728x250
Berita  

11 Rumah Ludes Dilalap Api, Lucky Hakim Turun Langsung: Warga Nelayan Tak Boleh Berjuang Sendiri

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Musibah kebakaran yang menghanguskan 11 rumah warga di Desa Eretan Wetan, Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB tersebut melanda kawasan perumahan nelayan yang berada di belakang Koramil 1616 Kandanghaur. Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah.

banner 325x300

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga mengalami luka ringan ketika berupaya menyelamatkan diri maupun harta benda dari kobaran api.

Sehari setelah kejadian, Bupati Indramayu Lucky Hakim turun langsung ke lokasi, Sabtu (12/9/2026). Ia menemui warga terdampak sekaligus memastikan pemerintah daerah bergerak cepat dalam menangani kebutuhan para korban.

Di hadapan warga, Lucky Hakim menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan logistik. Pemerintah daerah juga akan membantu warga memulihkan dokumen penting, kebutuhan pendidikan anak-anak, hingga upaya membangun kembali rumah yang terbakar.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Mungkin kalau dibangun seperti semula enggak cukup, tapi saya usahakan bersama Pak Sekda, tolong sama BAZNAS. Kalau menunggu Rutilahu kan enggak keburu,” ujar Lucky.

Untuk dokumen penting yang ikut terbakar, Pemkab Indramayu menginstruksikan perangkat daerah terkait mempercepat proses penerbitan kembali KTP, kartu keluarga (KK), ijazah, hingga kartu bantuan sosial.

Pelayanan tersebut diupayakan secara gratis melalui layanan khusus sehingga warga korban kebakaran tidak perlu mengikuti antrean pelayanan umum.

Sementara untuk pemulihan tempat tinggal, Pemkab Indramayu mengupayakan bantuan material bangunan bagi 11 rumah melalui koordinasi dengan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Bantuan akan diarahkan terlebih dahulu untuk kebutuhan paling mendasar, seperti dinding, atap rumah, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Lucky juga meminta pembangunan kembali dilakukan dengan semangat gotong royong. Masyarakat sekitar diharapkan ikut terlibat agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak korban kebakaran. Pemkab Indramayu akan berkoordinasi dengan camat dan pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan seragam serta perlengkapan sekolah yang ikut hangus terbakar.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Indramayu telah menyiapkan posko darurat. Bantuan logistik juga terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar 11 keluarga terdampak.

Bantuan datang tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat dan berbagai pihak dalam bentuk uang tunai, pakaian layak pakai, serta sembako. Seluruh bantuan logistik bagi korban disalurkan tanpa pungutan.

Ketua RW 01 Blok Prempu Desa Eretan Wetan, Aman, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya Bupati Lucky Hakim yang datang langsung menemui warga.

Ia berharap perhatian tersebut benar-benar mampu membantu warga kembali memiliki tempat tinggal dan menjalani kehidupan secara normal.

“Penghuni atau orang-orang yang kena korban adalah orang-orang kecil, masyarakat nelayan. Jadi mohon kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya Bapak Bupati Lucky Hakim bantulah kami warga kami yang kena musibah kebakaran,” kata Aman.

Bagi warga nelayan yang kehilangan rumah, kebakaran tersebut bukan sekadar kehilangan bangunan. Rumah merupakan tempat berteduh sekaligus bagian penting dari kehidupan keluarga yang selama ini menopang aktivitas mereka.

Karena itu, Pemkab Indramayu menargetkan bantuan dan penanganan awal terhadap 11 rumah terdampak dapat direalisasikan secepatnya. Pemerintah daerah mengupayakan proses pemulihan berjalan dalam waktu satu hingga dua minggu atau masih pada bulan berjalan.

Kini, setelah api padam, pekerjaan berikutnya adalah memastikan warga tidak dibiarkan terlalu lama hidup dalam keterbatasan. Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan mampu mengubah puing-puing kebakaran menjadi awal baru bagi 11 keluarga korban untuk kembali bangkit.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *