banner 728x250

Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Salat Istisqa di Manado, TNI AD Serukan Ikhtiar Atasi Kekeringan di Sulawesi Utara

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

MANADO | Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., bersama keluarga besar Kodam XIII/Merdeka melaksanakan Salat Istisqa di Makodam XIII/Merdeka, Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (15/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan serta keterbatasan air.

banner 325x300

Salat Istisqa diikuti Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, para Pejabat Utama Kodam XIII/Merdeka, para Dansat jajaran, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka Ny. Lely Mirza Agus beserta pengurus, serta prajurit, ASN, dan ibu-ibu Persit. Turut hadir unsur Forkopimda Sulawesi Utara beserta jajarannya dan masyarakat setempat.

Imam Salat Istisqa adalah Ustadz H. Yusnan Yoyatan, S.H.I., M.H.I., sementara khatib dipercayakan kepada Prof. Dr. K.H. Ahmad Rajafi, M.A. Dalam khotbahnya, khatib menekankan pentingnya memperbanyak istighfar, introspeksi diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengajak seluruh peserta menjadikan kondisi belum turunnya hujan dan keterbatasan air sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Menurutnya, umat perlu memperbanyak istighfar, mengakui segala kekhilafan dan dosa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam.

Pangdam juga mengajak seluruh keluarga besar Kodam XIII/Merdeka untuk dengan penuh kerendahan hati memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, merata, membawa manfaat, dan keberkahan bagi masyarakat. Doa tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan akibat keterbatasan air.

Sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman kehidupan beragama di lingkungan Kodam XIII/Merdeka, pelaksanaan doa bersama juga dilakukan oleh prajurit dan ASN yang beragama Nasrani dan Hindu di tempat ibadah masing-masing. Doa dipanjatkan dengan harapan agar kondisi kekeringan segera berakhir, kebutuhan air masyarakat tercukupi, serta seluruh wilayah Sulawesi Utara senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.

Selain berdoa, Pangdam menegaskan pentingnya ikhtiar nyata. Beliau memerintahkan seluruh jajaran Kodam XIII/Merdeka untuk terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi dampak kekeringan.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama lintas agama tersebut, Pangdam berharap seluruh keluarga besar Kodam XIII/Merdeka semakin memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat. Doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi jalan turunnya rahmat dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga hujan segera turun dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan baik.

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *