Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Aspirasi masyarakat di tiga desa penyangga kawasan industri kini memiliki wadah baru. LSM L2T Mandiri (Lombang–Limbangan–Tinumpuk) resmi hadir sebagai ruang bersama bagi warga Desa Lombang, Desa Limbangan, dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Organisasi yang dipimpin Taryono sebagai Ketua dan Alex Warsidi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) tersebut menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat lokal, terutama menyangkut kesempatan kerja, kemitraan usaha, serta keterbukaan informasi mengenai berbagai kegiatan dan proyek berskala besar di kawasan industri PT Polytama Propindo dan PT Pertamina RU VI Balongan.
Berkantor di Jalan Raya Indramayu–Cirebon, Desa Limbangan, Blok Gerdu Lombang, L2T Mandiri menegaskan kehadirannya bukan untuk membangun pertentangan dengan perusahaan maupun pemerintah.
Sebaliknya, wadah tersebut ingin membuka ruang komunikasi yang konstruktif agar masyarakat lokal dapat memperoleh akses informasi, kesempatan kerja, serta peluang kemitraan secara lebih terbuka.
Ketua LSM L2T Mandiri, Taryono, mengatakan organisasi yang dipimpinnya ingin menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.
“Keberadaan L2T bukan untuk mencari konflik, melainkan untuk membangun sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat lokal,” ujar Taryono, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, lahirnya L2T Mandiri tidak terlepas dari keresahan sekaligus harapan masyarakat di tiga desa. Warga berharap potensi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dapat lebih diperhatikan ketika terdapat kegiatan maupun proyek berskala besar di kawasan industri.
“Kami ini kumpulan masyarakat dari tiga desa, Lombang, Limbangan, Tinumpuk. Tujuan kami satu, agar masyarakat kami jangan hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kalau ada proyek besar di Polytama dan Pertamina, putra daerah harus dapat prioritas kerja,” tegasnya.
Taryono menyebutkan, masyarakat di tiga desa memiliki beragam keterampilan dan pengalaman kerja. Mulai dari tenaga tukang, welder, scaffolding, driver hingga pelaku jasa kontraktor lokal.
Namun, menurutnya, sebagian warga masih menghadapi kendala dalam memperoleh informasi mengenai peluang pekerjaan maupun kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah proyek.
Karena itu, L2T Mandiri berupaya membangun sistem komunikasi yang memungkinkan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja maupun peluang usaha dapat diterima masyarakat secara lebih terorganisasi.
Sementara itu, Sekjen LSM L2T Mandiri, Alex Warsidi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Lombang, Limbangan, dan Tinumpuk.
Pertama, penyaluran tenaga kerja lokal. L2T Mandiri akan mendorong agar informasi serta kesempatan rekrutmen proyek dapat diakses masyarakat dari tiga desa tersebut.
Kedua, kemitraan dengan kontraktor dan UMKM lokal. L2T Mandiri ingin mendorong pelaku usaha setempat agar memiliki peluang untuk terlibat dalam pemenuhan kebutuhan barang maupun jasa dalam berbagai kegiatan proyek di kawasan industri.
Ketiga, pusat informasi dan aspirasi masyarakat. Wadah ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh informasi mengenai peluang pekerjaan sekaligus menyampaikan keluhan dan aspirasi secara lebih terorganisasi.
Alex menegaskan, L2T Mandiri terbuka untuk berdialog dengan pihak perusahaan maupun pemerintah. Menurutnya, persoalan masyarakat akan lebih baik jika dibahas melalui komunikasi langsung dan duduk bersama.
“Kami siap diajak duduk bersama. Kami punya data tenaga siap kerja. Kami siap untuk kebutuhan proyek-proyek besar di kawasan PT Polytama dan Pertamina. Harapan kami perusahaan bisa lebih terbuka dengan kami,” pungkasnya.
Kehadiran L2T Mandiri menjadi ruang baru bagi masyarakat tiga desa untuk menyuarakan aspirasi secara terarah. Di sisi lain, wadah tersebut juga membuka peluang terbangunnya komunikasi yang lebih intens antara masyarakat lokal, perusahaan, dan pemerintah dalam aktivitas industri di wilayah Juntinyuat.
Kini, tantangannya adalah bagaimana ruang komunikasi tersebut dapat berkembang menjadi jembatan nyata antara potensi masyarakat lokal dengan peluang kerja dan kemitraan yang tersedia di sekitar kawasan industri.


















