Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Suasana haru bercampur kebahagiaan menyelimuti kediaman pasangan suami istri Adi dan Murni di Blok Sambilawang Lor, Desa Sambimaya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (26/9/2026) siang.
Kelahiran seorang putri menjadi anugerah yang begitu dinantikan. Sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran sekaligus keselamatan sang jabang bayi, keluarga menggelar tradisi adat desa tabur uang koin atau yang dikenal masyarakat sebagai “Surak”.
Tradisi sederhana tersebut sontak berubah menjadi momen penuh keceriaan. Puluhan warga sekitar hadir dan ikut menyaksikan prosesi Surak yang berlangsung meriah di kediaman keluarga.
Tawa dan kegembiraan warga berpadu dengan rasa haru keluarga yang baru saja mendapatkan amanah seorang buah hati. Bagi Adi dan Murni, kehadiran sang putri bukan sekadar bertambahnya anggota keluarga, melainkan sebuah titipan berharga dari Allah SWT yang telah lama dinanti.
Dengan mata penuh haru, keluarga menyampaikan rasa syukur atas keselamatan ibu dan bayi.
“Dengan Bismillahirrahmanirrahim, dengan Surak ini kami gelar.”
Ungkapan singkat tersebut menjadi penanda dimulainya tradisi Surak sekaligus simbol rasa syukur keluarga atas karunia yang telah diberikan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tradisi seperti Surak masih menjadi bagian dari kebersamaan warga. Bukan sekadar tabur uang koin, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
Hari itu, Blok Sambilawang Lor menjadi saksi sebuah cerita sederhana namun penuh makna,lahirnya seorang putri impian yang membawa kebahagiaan baru bagi kedua orang tuanya.
Di balik riuhnya Surak, tersimpan doa yang jauh lebih dalam: semoga sang putri tumbuh sehat, selamat, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, serta kelak membawa kebahagiaan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sebuah koin mungkin jatuh dan hilang di tengah keramaian, tetapi rasa syukur atas lahirnya sang putri akan menjadi kenangan yang tersimpan sepanjang hayat.


















