BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Kapal chemical tanker MT Mika Zayn terbakar di depan dermaga PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Minggu (1/11/2026) malam sekitar pukul 18.00 WITA. Kebakaran tersebut memicu respons cepat aparat dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan awak kapal serta mengendalikan api.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi kejadian bersama pejabat utama, personel piket, dan anggota Polsek Maesa. Kehadiran tersebut bertujuan mengoordinasikan penanganan darurat dan memastikan proses evakuasi serta pemadaman berjalan optimal.
Setelah menerima laporan sekitar pukul 19.30 WITA, Kapolres segera mengoordinasikan langkah penanganan dengan instansi terkait. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Bitung, KSOP, Direktorat Polair Polda Sulawesi Utara, dan tim kesehatan Pemerintah Kota Bitung tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WITA.
Penanganan juga dipantau langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., didampingi Asisten I Setda Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos. Empat kapal, yakni Tugboat Wisnu, Tugboat Tondano, Tugboat Bunaken, dan kapal milik KPLP Bitung, dikerahkan untuk membantu pemadaman. Dukungan tambahan datang dari speedboat Polair Mabes Polri, Direktorat Polair Polda Sulawesi Utara, serta Satpolair Polres Bitung.
Prioritas utama tim gabungan adalah keselamatan awak kapal. Seluruh awak berhasil ditangani. Beberapa awak yang mengalami sesak napas mendapat penanganan medis, sementara tujuh orang dievakuasi ke kantor husada PT MNS untuk pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Pemerintah Kota Bitung dan PT MNS. Proses penyelamatan oleh Basarnas selesai sekitar pukul 22.40 WITA.
Upaya pemadaman masih menghadapi kendala karena titik api berada di bagian atap atau plafon ruang kru yang berbahan asbes. Berdasarkan keterangan sementara sejumlah awak kapal, kepulan asap pertama kali terlihat dari area bawah kamar mesin. Awak sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun asap yang semakin tebal memaksa mereka meninggalkan kapal dan meminta bantuan.
Polres Bitung menegaskan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Setelah lokasi dinyatakan aman, Tim Inafis Polres Bitung akan melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab pasti.
Melalui Kasi Humas AKP Abdul Natip Anggai, Kapolres Bitung menyampaikan bahwa dalam setiap penanganan kejadian darurat, keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama. Ia mengapresiasi sinergitas Basarnas, BPBD, KSOP, Pemerintah Kota Bitung, PT MNS, dan seluruh unsur yang terlibat. Kapolres juga mengimbau pengelola kapal dan pemangku kepentingan di perairan Bitung untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemeriksaan berkala mesin, instalasi kelistrikan, sistem bahan bakar, serta kelengkapan alat keselamatan dan pemadam kebakaran.
Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir, bergerak cepat, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.


















