MANADO, Pikiranrakyatnusantara.com | Jajaran Polda Sulawesi Utara bersama Balai Sungai, BPBD Kota Manado, dan Basarnas Kota Manado melaksanakan kegiatan Blue Policing berupa patroli dan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano pada Selasa (3/11/2026) guna menyambut musim hujan dan mencegah risiko banjir. Kegiatan yang mengusung tema “Antisipasi Bencana Alam Ekstrem, Bersama Jaga Lingkungan, Wujudkan Sungai yang Bersih dan Bebas Sampah” ini dipimpin langsung Kapolda Sulut Irjen Pol Yudho Hermanto, S.I.K., M.M., didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halik.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari patroli perdana yang digelar Kamis (29/10/2026) dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari Desa Kalawat, Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, hingga Muara Sindulang, Manado. Pada kesempatan kali ini, patroli dilakukan sepanjang 5 kilometer yang dimulai dari kawasan belakang Rumah Alam Manado hingga ke Pos Pemantauan Banjir Dendengan, Manado.
Sebelum keberangkatan, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyambut Kapolda Sulut dan perwakilan Pemerintah Kota Manado. Ia juga memberikan sosialisasi sekaligus mencontohkan penggunaan jaket pelampung yang benar demi menjamin keselamatan seluruh peserta selama kegiatan di perairan.
Sepanjang perjalanan, para pimpinan dan rombongan tidak hanya melakukan patroli, tetapi langsung turun ke aliran sungai membersihkan sampah yang berserakan. Tim sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai.
Kapolda Sulut Irjen Pol Yudho Hermanto menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. “Kami datang untuk melihat dan mengecek kondisi Daerah Aliran Sungai Tondano, mengingat musim hujan telah mulai dirasakan di beberapa daerah di Sulawesi Utara. Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi agar aliran sungai dari daerah Minahasa yang menuju Manado dapat mengalir lancar hingga ke laut,” ujarnya.
Hasil penelusuran menunjukkan adanya sumbatan di beberapa titik aliran sungai, terutama akibat penumpukan sampah plastik. Kondisi ini mendorong Kapolda kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami mengundang Pemerintah Kota Manado, BPBD, Basarnas, dan Balai Sungai untuk bersama-sama melihat langsung kondisi sungai ini. Mari kita jaga sungai kita bersama. Jangan buang sampah sembarangan, karena sumbatan yang terjadi dapat memperparah banjir saat hujan lebat turun dan membahayakan banyak orang,” tegas Kapolda Sulut.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Manado, Julises Oehlers, S.H., M.H., menyambut baik kolaborasi lintas instansi tersebut. “Terima kasih kepada Polda Sulut yang telah peduli terhadap lingkungan. Pemerintah Kota Manado selalu siap berkolaborasi bersama Polri demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Sulawesi Utara,” ucapnya.
Warga Lingkungan 3 Dendengan Luar Manado, Diana Polii, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda dan jajarannya. “Kami merasa peduli dan merasa senang adanya kedatangan Bapak Kapolda Sulut bersama jajaran Polda Sulut yang sudah langsung melihat dan membersihkan di bantaran aliran sungai Tondano untuk antisipasi musim hujan nantinya,” katanya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak mengajak masyarakat yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai Tondano untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar sungai tetap bersih dan bebas sampah serta tidak membuang sampah sembarangan di bantaran sungai.
Harto


















