MANADO, SULAWESI UTARA – Suasana penuh kehangatan dan keakraban menyelimuti acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31 Angkatan Bintara Sembila n Lima, yang lebih dikenal dengan sebutan Bisma. Perayaan ini dirangkai dengan pelaksanaan tradisi kuliner khas daerah Sulawesi Utara, yaitu Baku Dapa, yang menjadi lambang persaudaraan dan kekompakan yang tetap terjalin erat hingga kini.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang karier dan pengabdian yang telah dijalani oleh para prajurit angkatan tahun 1995. Selain itu, momen pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kembali hubungan silaturahmi yang mungkin sempat terputus atau terjeda karena kesibukan dan tanggung jawab tugas yang diemban oleh masing-masing anggota di berbagai tempat penugasan.

Acara berlangsung pada hari Sabtu, 18 April 2026, bertempat di kediaman tuan rumah, Mayor Ckm Nyoman Tinglas. Lokasi kegiatan berada di lingkungan Perumahan Kopri, Kelurahan Mapanget, Kecamatan Paniki, Sulawesi Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bisma Kodam XIII/Merdeka, Kapten Inf Hartono beserta Ny. Hj. Rahmatia selaku Ibu Ketua Bisma Kodam XIII/Merdeka, serta Penasihat Bisma, Kapten Inf Jember.

Dalam suasana yang santai dan akrab, para alumni Bintara angkatan 1995 berkumpul bersama dengan keluarga besar mereka. Mereka saling bertukar cerita dan berbagi pengalaman, mulai dari kenangan saat menempuh pendidikan hingga perjalanan tugas yang telah dilalui selama lebih dari tiga puluh tahun, sekaligus memperkuat kembali ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa pembentukan diri.
Salah satu rangkaian utama yang memiliki makna mendalam dalam acara ini adalah tradisi Baku Dapa. Dalam tradisi ini, seluruh peserta berkumpul dan menikmati hidangan secara bersama-sama, yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kerja sama, dan kerukunan yang menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Utara. Nilai-nilai tersebut juga telah tertanam kuat dalam jiwa dan karakter setiap anggota korps Bintara angkatan ini.

Peringatan HUT ke-31 ini bukan sekadar perayaan atas berjalannya waktu, melainkan bukti yang nyata bahwa kekompakan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan yang telah dibentuk dan dilatih sejak masa pendidikan, masih tetap dipegang teguh dan menjadi jati diri mereka hingga saat ini.
Semangat kebersamaan yang terlihat dalam acara ini diharapkan dapat terus terpelihara dan menjadi pendorong bagi seluruh anggota angkatan untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik bagi satuan, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Harto


















