BITUNG – Upaya memperkuat kerja sama internasional di sektor kemaritiman terus didorong di Sulawesi Utara. Sebanyak 16 duta besar negara sahabat melakukan kunjungan diplomatik ke Kota Bitung dalam agenda bertajuk “Diplomatic Visit on Strengthening Cooperation on Blue Economy in North Celebes”, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang utama Pelabuhan Perikanan Bitung, Aertembaga, ini turut dihadiri Wali Kota Bitung, , bersama Komandan Dodik Secata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf .
Kehadiran para diplomat asing tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan ekonomi biru di kawasan , yang dikenal memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.
Dalam keterangannya, Letkol Ade Rohmat Wahyudin mewakili unsur TNI dan masyarakat menyampaikan sambutan hangat kepada para duta besar dari 16 negara sahabat.
“Selamat datang di Kota Bitung. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian membawa semangat persahabatan serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi daerah kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan diplomatik ini merupakan momentum strategis dalam memperkenalkan potensi ekonomi biru di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Potensi kemaritiman di Sulawesi Utara sangat besar dan siap dikembangkan melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dandodik juga menekankan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sebagai fondasi utama dalam mendukung investasi dan kerja sama internasional.
“Kami menjamin keamanan dan stabilitas wilayah, sehingga setiap bentuk kerja sama yang terjalin dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan seremonial, tetapi juga menjadi titik awal terbangunnya kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara sahabat, khususnya dalam pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan mitra internasional, Kota Bitung diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi maritim di kawasan timur Indonesia.



















