BITUNG – Pemerintah Kota Bitung memperingati tahun 2026 dengan menggelar upacara khidmat yang dirangkaikan dengan apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Kamis (23/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara, dan dihadiri jajaran Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta unsur masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Komandan Dodik Secata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf , didampingi istri Ny. Dr. Rezky Ade Rohmat. Kehadirannya menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan serta kegiatan kemasyarakatan di Kota Bitung.
Dalam keterangannya, Letkol Ade Rohmat Wahyudin menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April merupakan bentuk penghormatan terhadap , pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.
- “Peringatan ini menjadi momentum nasional untuk mengenang perjuangan hak-hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesetaraan gender,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema nasional tahun 2026 yakni “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045” mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan dan perlindungan anak sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Sebagai pimpinan di lingkungan Sekolah Calon Tamtama Rindam XIII/Merdeka, Letkol Ade Rohmat juga dikenal aktif membangun kolaborasi lintas sektor bersama Forkopimda Bitung.
Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi refleksi kolektif atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia berharap semangat Kartini terus hidup di kalangan ASN dan masyarakat luas, sehingga cita-cita kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak dapat terwujud secara nyata di seluruh pelosok negeri.
- “Dengan semangat Kartini, seluruh elemen bangsa diharapkan terus melanjutkan perjuangan menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan,” tutupnya.
Harto


















