BITUNG — Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara khidmat di Lapangan Hitam Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam XIII/Merdeka, Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (22/5/2026). Sebanyak 354 prajurit muda resmi dinyatakan lulus dan siap bergabung memperkuat barisan pertahanan negara setelah melalui serangkaian pembinaan fisik, mental, dan keahlian kemiliteran.
Upacara bersejarah ini dipimpin langsung oleh Panglima Daerah Militer XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Dalam amanat yang disampaikan pada kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan bahwa kelulusan ini merupakan tonggak awal pengabdian para prajurit. Ia mengingatkan agar seluruh lulusan senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.
Pangdam XIII/Merdeka juga menyampaikan bahwa pendidikan yang telah dilalui selama ini bertujuan membentuk karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. “Kalian telah ditempa untuk menjadi prajurit yang tidak hanya mahir dalam taktik tempur, tetapi juga memiliki hati nurani yang dekat dengan rakyat. Jadilah prajurit yang bangga pada profesinya dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Mayjen TNI Mirza Agus di hadapan seluruh peserta upacara dan undangan.

Selaku Komandan Upacara, Komandan Secata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudi, S.I.P., M.H.I., melaporkan bahwa seluruh 354 siswa telah memenuhi syarat kelulusan. Menurutnya, para siswa telah menyerap seluruh materi pendidikan, mulai dari kemampuan dasar militer, pengetahuan teritorial, hingga pembinaan mental ideologi. Mereka dinilai siap ditempatkan di berbagai satuan jajaran Kodam XIII/Merdeka maupun satuan lainnya sesuai kebutuhan organisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan tokoh penting, di antaranya Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip, S.H., M.H. (Danrem 131/Santiago), Brigjen TNI Wempi Ramandei (Danrindam XIII/Merdeka) yang hadir didampingi istri, serta Brigjen TNI Saptono Syiwarudi (Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka). Kehadiran para pemimpin satuan ini menjadi bukti perhatian besar terhadap proses regenerasi kekuatan TNI Angkatan Darat di wilayah Sulawesi Utara.
Turut hadir Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., yang mewakili unsur pemerintah daerah. Kehadiran ini semakin mempererat sinergitas antara institusi militer dan pemerintah kota dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta membangun pertahanan wilayah yang kokoh. Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting agar keberadaan TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Jajaran Pejabat Utama Kodam XIII/Merdeka juga tampak hadir mendampingi pelaksanaan upacara, meliputi Kolonel Inf Samsul Huda, S.E., M.Sc. (Asrendam), Kolonel Kav Ilham Faizal Siregar (Asintel), Kolonel Inf Endik Hendra Sandi (Asops), Kolonel Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., M.H. (Aspers), Kolonel Inf Horas Sitinjak (Kajasdam), Kolonel Inf Jusriadi, S.Ag., M.Si. (Kabagdik), serta Kolonel Inf Daniel Lalawi (Aster). Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam memantau dan menjamin kualitas pendidikan prajurit.
Menunjukkan persatuan matra dan sinergi antar lembaga, hadir pula perwakilan dari unsur TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Kejaksaan, dan instansi terkait. Di antaranya Letkol Laut Habibi Ahmad (mewakili Guskamla Koarmada II), Mayor Cpm Samsuri Usman (Kasdim 1310/Bitung mewakili Dandim), Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis, S.E. (mewakili Kapolres Bitung), Noldi Sompie, S.H. (mewakili Kajari Bitung), serta Agus Mamijo, S.E. (Kaban Kesbangpol Bitung).
Turut hadir pula perwakilan satuan wilayah laut dan unsur pembantu, yaitu Kapten Mar. Muhamad Subhan (mewakili Dansathantai VIII), Kapten Laut (P) Maryono (mewakili Dansatrol Kodaeral VIII), serta Kapten Cpm Daniel Senen (Dansubdenpom XIII/1-2 Bitung). Keberagaman unsur yang hadir mencerminkan kekuatan sistem pertahanan dan keamanan yang terpadu di wilayah ini, di mana setiap elemen saling mendukung satu sama lain.
Momen paling haru dan bermakna dalam acara ini adalah kehadiran sekitar 700 orang yang terdiri dari orang tua, keluarga, para undangan, serta insan pers yang turut menyaksikan langsung kelulusan putra-putri mereka. Suasana penuh kebanggaan menyelimuti lapangan upacara saat para lulusus berbaris melewati orang tua mereka. Upacara ditutup dengan harapan agar para prajurit baru senantiasa menjaga nama baik satuan, mengamalkan ilmu yang didapat, dan menjadi garda terdepan yang setia menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Indonesia.
Harto


















