Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Kilang Balongan yang dikenal sebagai salah satu kilang modern di Indonesia dengan Nelson Complexity Index (NCI) mencapai 11,9 menerima kunjungan industri dari 30 mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Padjadjaran pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi para civitas akademika untuk melihat secara langsung operasional kilang berkapasitas 150.000 barel per hari tersebut, yang memiliki peran vital dalam memasok kebutuhan energi nasional serta menjadi penopang distribusi bahan bakar untuk wilayah DKI Jakarta dan sebagian besar Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis yang tidak hanya membahas aspek teknis proses industri, tetapi juga menyentuh persoalan keamanan kilang, pelestarian lingkungan, hingga pengelolaan hubungan dengan masyarakat sekitar.
Officer Communication, Relation, & Compliance RU VI Balongan, Rizky Anggia Putri, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan mendorong mereka untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna menyerap ilmu langsung dari para praktisi di lapangan.
“Kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan, termasuk kesempatan berkunjung langsung ke kilang, serta menghadirkan langsung narasumber andal di engineering dan bidang K3. Silakan manfaatkan momen ini, jangan segan untuk mengambil semua ilmunya, serta bertanya apa saja,” ujar Rizky.
Ia juga menegaskan bahwa industri pengolahan migas saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman secara menyeluruh.
“Di era transisi energi, tantangan industri bukan lagi sekadar bagaimana memproduksi bahan bakar secara efisien, tetapi bagaimana menjaga aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) tetap berada di level tertinggi, serta bagaimana operasi kilang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan komprehensif dari berbagai fungsi di Kilang Balongan, mulai dari pengenalan company profile, penjelasan proses produksi oleh fungsi Engineering Development (Engdev), penerapan standar keselamatan kerja modern oleh fungsi HSSE, hingga pengenalan budaya kerja operasional terkini.
Pihak universitas menilai pengalaman langsung dari para praktisi industri memberikan perspektif baru yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Guru Besar Jurusan Kimia Universitas Padjadjaran, Prof. Dikdik Kurnia, mengatakan bahwa kunjungan ke Kilang Balongan diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa terkait penerapan ilmu kimia dalam dunia kerja nyata.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa kami dapat melihat bagaimana teori-teori kimia diimplementasikan dalam skala industri. Lebih dari itu, kami ingin kunjungan ini membuka wawasan mereka untuk tidak hanya menjadi ahli di bidang kimia, tetapi juga menjadi generasi masa depan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan keharmonisan dengan masyarakat sekitar,” tegas Prof. Dikdik Kurnia.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu peserta kunjungan, Siti Naya Ramadanti. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan inspirasi baru terkait dunia industri energi.
“Kunjungan ke kilang ini seru banget. Kami diajak berkeliling langsung melihat pipa-pipa kilang, dan proses operasionalnya secara nyata,” ungkap Siti.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat, khususnya terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Penyampaiannya juga asyik, interaktif, dan ada gamenya. Ditambah lagi, saat melihat area kilang yang padat aktivitas, kami sadar bahwa seorang engineer tidak boleh egois di areanya saja, melainkan harus memiliki kepekaan tinggi terhadap keselamatan kerja, kelestarian lingkungan sekitar, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara dunia akademik dan industri, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.


















