Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada sosok pekerja keras yang setia mempertahankan usaha tradisional demi menghidupi keluarga. Dialah Mang Suud, warga Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, yang telah bertahun-tahun menekuni profesi sebagai pedagang es doger dengan gerobak dorong serta menjajakan kojak rasa ayam yang dikenal lezat dengan harga terjangkau.
Usaha yang dijalani Mang Suud bukanlah pekerjaan yang baru digelutinya. Profesi tersebut merupakan warisan turun-temurun dari orang tuanya yang hingga kini terus dipertahankan dengan penuh rasa syukur. Setiap hari ia menyusuri berbagai wilayah untuk menawarkan dagangannya demi memenuhi kebutuhan anak dan istri tercintanya.
Ketekunan dan kegigihan Mang Suud menuai apresiasi dari masyarakat sekitar. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, serta pantang menyerah dalam mencari rezeki yang halal.
“Beliau dikenal sangat ulet dan tekun menjalani usahanya. Di balik kesederhanaannya, saat masih muda Mang Suud juga dikenal sebagai gitaris yang handal memainkan melodi,” ungkap salah seorang warga.
Tak banyak yang mengetahui bahwa di balik perjuangannya mendorong gerobak setiap hari, Mang Suud pernah memiliki bakat bermusik yang cukup dikenal di kalangan teman-teman semasa mudanya. Namun, demi tanggung jawab sebagai kepala keluarga, ia memilih tetap fokus menjalankan usaha yang telah menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Saat ditemui, Mang Suud mengaku bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus bekerja.
“Alhamdulillah hingga saat ini saya masih menekuni dagangan ini ke berbagai daerah. Saya masih diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, bisa berbaur dengan teman-teman seprofesi, sekaligus bertemu kembali dengan teman-teman lama semasa muda. Perjalanan mencari nafkah terasa lebih sempurna karena selain bekerja, saya juga bisa menjalin silaturahmi,” tutur Mang Suud dengan senyum penuh syukur.
Kisah Mang Suud menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari besarnya usaha, melainkan dari kejujuran, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Di balik gerobak sederhana yang setiap hari ia dorong, tersimpan perjuangan panjang seorang ayah yang tak pernah lelah berikhtiar demi kebahagiaan keluarganya.


















