banner 728x250

Mengapa BAZMA Pertamina Memilih Tempe untuk Mengangkat Ekonomi Mantan TKW? Ini Alasannya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Refinery Unit VI Balongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra, BAZMA menggelar Pelatihan Pembuatan Tempe Skala Rumahan bagi kelompok ibu-ibu mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026).

Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat desa, sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap pekerjaan sebagai pekerja migran di luar negeri. Melalui keterampilan produksi tempe rumahan, para peserta diharapkan mampu membangun usaha mandiri yang dapat menopang perekonomian keluarga tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

banner 325x300

Mewakili pengurus BAZMA Kilang Balongan, Faisal menjelaskan bahwa usaha tempe dipilih karena memiliki prospek yang menjanjikan. Selain bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya relatif sederhana, dapat dilakukan dari rumah, serta memiliki permintaan pasar yang stabil setiap hari.

“Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan kami di bidang pemberdayaan ekonomi. Kami berharap keterampilan ini mampu memunculkan wirausaha baru sehingga para ibu dapat mandiri secara finansial tanpa harus bekerja jauh dari keluarga,” ujar Faisal.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Rawadalem. Nurcholis, yang mewakili Kepala Desa, menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat desa selama ini masih menggantungkan penghasilan sebagai pekerja migran sehingga potensi usaha mikro di desa belum berkembang secara optimal.

“Kami mengapresiasi penuh inisiatif BAZMA Pertamina. Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa ada peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah. Ini menjadi motivasi besar bagi kemajuan ekonomi Desa Rawadalem,” ungkap Nurcholis.

Dalam pelatihan tersebut, BAZMA menghadirkan dua praktisi sekaligus pelaku usaha tempe rumahan, yakni Abdul Goni Ghozali sebagai pemateri dan Arifin sebagai instruktur praktik. Para peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari pemilihan kedelai berkualitas, pencucian, perendaman, perebusan, pengupasan kulit, pemberian ragi, proses pengemasan hingga fermentasi. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai standar kebersihan peralatan, penggunaan ragi yang tepat, serta teknik penyimpanan untuk menghasilkan tempe berkualitas tinggi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah satunya Tati, yang mengaku senang memperoleh keterampilan baru yang dinilai memiliki peluang usaha cukup besar.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini bisa menjadi awal untuk membuka usaha sendiri, membantu perekonomian keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan bergizi di rumah,” tuturnya.

Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan, Nurhidayanto, memberikan apresiasi atas peran aktif BAZMA dalam mendukung lahirnya pelaku usaha baru di lingkungan masyarakat sekitar kilang.

“Pelatihan ini memberikan bekal praktis kepada masyarakat untuk memulai usaha dari skala rumah tangga. Kami berharap keterampilan tersebut berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru di Desa Rawadalem,” kata Nurhidayanto.

Ia menambahkan, program ini menjadi bukti bahwa BAZMA tidak hanya menjalankan fungsi penyaluran zakat pekerja, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program berkelanjutan, BAZMA Kilang Pertamina Balongan terus berupaya menghadirkan manfaat nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional kilang.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *