Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com– Aktivitas proyek milik Pertamina di wilayah Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, dikeluhkan berdampak terhadap produktivitas kebun mangga milik warga. Salah seorang pemilik kontrak kebun, Arisan, mengaku mengalami kerugian setelah bunga dan pentil mangga di kebunnya rontok secara massal.
Pantauan di lokasi, Kamis (13/8/2026), kawasan proyek tampak telah dipagari seng dan sejumlah tiang pancang berdiri di area pekerjaan. Aktivitas kendaraan proyek juga membuat akses jalan menuju lokasi dipenuhi debu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemilik kebun mangga di sekitar proyek. Arisan menduga paparan debu dari aktivitas proyek menempel tebal pada daun dan bunga mangga sehingga menyebabkan bunga serta pentil buah berguguran.
“Tahun kemarin bunganya lebat dan tidak rontok. Sekarang rontok semua karena debunya menempel di daun, tebal luar biasa. Kami meminta pihak kontraktor dan Pertamina bertanggung jawab serta memberikan ganti rugi,” ujar Arisan.
Menurutnya, kerugian yang dialami bukan sekadar persoalan tanaman, tetapi menyangkut hasil panen yang menjadi sumber pendapatan. Ia berharap pihak perusahaan tidak mengabaikan dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Arisan pun meminta adanya pertemuan antara pemilik kebun, kontraktor, dan pihak manajemen Pertamina untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka. Ia berharap tuntutan ganti rugi atas dugaan gagal panen dapat dimusyawarahkan hingga ditemukan penyelesaian yang adil.
“Kami ingin ada solusi. Kalau memang tanaman kami terdampak, kami berharap ada musyawarah dan ganti rugi. Kami tidak mau dirugikan,” tegasnya.
Keluhan tersebut sekaligus menjadi sorotan terhadap pelaksanaan proyek di tengah aktivitas masyarakat. Pengendalian debu, lalu lintas kendaraan proyek, serta potensi dampaknya terhadap lahan pertanian dan perkebunan warga menjadi hal yang diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Meski demikian, dugaan bahwa debu proyek menjadi penyebab langsung rontoknya bunga dan pentil mangga masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan atau kajian teknis. Karena itu, pertemuan antara warga, kontraktor, dan pihak Pertamina dinilai penting untuk memastikan penyebab serta menghitung secara objektif potensi kerugian yang dialami pemilik kebun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun manajemen Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tuntutan ganti rugi yang disampaikan pemilik kebun mangga.



















