banner 728x250

Sempat Terpuruk akibat PHK, 100 Warga Indramayu Dapat Kesempatan Bangkit! Polres Hadir Bawa Harapan Baru

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Pemutusan hubungan kerja (PHK) bukan akhir dari perjuangan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Polres Indramayu Polda Jawa Barat membuka peluang bagi masyarakat terdampak PHK untuk kembali bangkit, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Sebanyak 100 peserta mendapat kesempatan mengikuti pelatihan vokasi yang diharapkan menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan baru maupun merintis usaha mandiri.

banner 325x300

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu. Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menegaskan bahwa kehilangan pekerjaan merupakan tantangan berat yang dapat memengaruhi kehidupan seseorang beserta keluarganya. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya memadamkan semangat untuk bangkit dan menata kembali masa depan.

Menurutnya, pengalaman menghadapi PHK dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, serta membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Pelatihan vokasi, lanjutnya, bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, melainkan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kapolres juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat. Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK, tetapi menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha sendiri.

Bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi empat jenis keterampilan, yaitu:

Pembuatan espresso dan latte art, untuk membuka peluang di bidang usaha kopi dan minuman.

Menjahit menggunakan mesin single needle, sebagai bekal bekerja atau merintis usaha di bidang jahit dan konveksi.

Digital marketing dasar, untuk mendukung pemasaran produk dan jasa melalui platform digital.

Penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC, sebagai bekal memasuki bidang layanan dan perawatan pendingin udara.

Keempat bidang tersebut diharapkan membantu peserta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dengan keterampilan baru, para peserta diharapkan memiliki pilihan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun menciptakan peluang penghasilan secara mandiri.

Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan bahwa Program POLIRAN merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, peran Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu; Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si.; Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si.; serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

AKBP Prianggo menekankan bahwa manfaat Program POLIRAN diharapkan tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Karena itu, ia berharap kerja sama lintas instansi dapat berlanjut melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Peningkatan kompetensi diharapkan memperluas kesempatan peserta untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha mandiri.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Bagi 100 peserta yang mengikuti pelatihan, kesempatan ini menjadi langkah awal untuk membuka lembaran baru setelah menghadapi kehilangan pekerjaan.

Sebab, kehilangan mata pencaharian memang bukan perkara mudah. Namun, dengan kemauan untuk belajar, dukungan yang tepat, dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, jalan menuju masa depan yang lebih baik tetap terbuka.

Melalui Program POLIRAN, Polres Indramayu berharap para pekerja terdampak PHK tidak hanya kembali memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bangkit, bekerja kembali, dan membangun kemandirian ekonomi.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *