Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Perhatian terhadap tumbuh kembang anak tidak cukup hanya dengan memberikan pengasuhan. Pemenuhan gizi, kedekatan emosional, hingga pemantauan perkembangan motorik menjadi faktor penting yang menentukan masa depan anak. Hal inilah yang menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Balongan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Melalui program Community Involvement and Development (CID) yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), Kilang Pertamina Balongan menggelar monitoring dan edukasi bagi orang tua anak asuh Daycare An-Nabilah.
Kegiatan yang berlangsung di TK Al-Fadhilah, Jalan Pecuk, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Senin (2/11/2026), tersebut diikuti 26 orang tua bersama anak-anak berusia 16 hingga 70 bulan.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan sosialisasi, tetapi juga konsultasi gizi secara individual. Para orang tua mendapatkan pendampingan langsung dari Asa Azkatu Razaq, Ahli Gizi dari bagian Health Kilang Pertamina Balongan.
Satu per satu orang tua diberikan umpan balik berdasarkan kondisi dan kebutuhan anak masing-masing. Tim ahli gizi juga melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk memantau pertumbuhan sekaligus mengevaluasi kecukupan nutrisi anak.
Edukasi yang diberikan mencakup pemenuhan gizi seimbang, pemilihan susu yang tepat, respons anak terhadap lingkungan, hingga kebiasaan saat bermain.
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Pertamina Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), yang menjadi bagian dari program CID Kilang Pertamina Balongan.
Menurut Andromedo, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, mendukung tumbuh kembang anak usia dini, mencegah kekerasan terhadap anak, sekaligus membantu menjaga produktivitas orang tua yang bekerja.
“Tujuan program ini adalah memberikan pemahaman kepada orang tua dan kader mengenai pemenuhan gizi, psikologi anak, serta pentingnya kedekatan emosional dalam mencegah risiko gangguan tumbuh kembang anak atau stunting,” terang Andromedo.
Tak berhenti pada pemenuhan nutrisi, pemantauan juga menyentuh aspek perkembangan motorik dan kemampuan kognitif anak sesuai tahapan usianya. Di antaranya kemampuan mengenali benda-benda di sekitar, mengidentifikasi anggota tubuh, serta keterampilan lain yang menunjukkan perkembangan anak.
Melalui pendampingan tersebut, orang tua diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi fisik anak, tetapi juga memahami perkembangan kognitif dan kemampuan bahasanya. Dengan begitu, pola pengasuhan di daycare dapat berjalan seiring dengan pendampingan yang diterapkan keluarga di rumah.
Apresiasi pun disampaikan Pengelola Daycare An-Nabilah, Hj. Soniah. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian Kilang Pertamina Balongan terhadap anak-anak asuh serta para orang tua.
“Alhamdulillah banyak wawasan yang diberikan kepada orang tua bagaimana pemenuhan asupan gizi anak yang tepat agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya,” ungkap Soniah.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Kilang Pertamina Balongan bahwa investasi masa depan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dimulai dari memastikan anak-anak memperoleh gizi, pengasuhan, dan lingkungan tumbuh kembang yang berkualitas sejak usia dini.


















