Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Mata pelajaran Budi Pekerti yang masuk dalam muatan lokal di sejumlah sekolah menjadi perhatian para tenaga pendidik dan orang tua. Pasalnya, meskipun pelajaran tersebut tercantum dalam kurikulum muatan lokal, namun hingga saat ini belum tersedia buku atau bahan ajar fisik yang dapat digunakan secara resmi oleh siswa.
Beberapa guru menyampaikan bahwa materi Budi Pekerti tetap diajarkan kepada siswa sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan moral generasi muda. Namun dalam praktiknya, guru harus berinisiatif menyusun sendiri materi pembelajaran dengan mengambil referensi dari berbagai sumber.
“Secara kurikulum pelajaran Budi Pekerti memang ada dalam muatan lokal, tetapi buku panduan atau buku siswa secara fisik belum tersedia. Sehingga guru harus berkreasi sendiri dalam menyampaikan materi kepada siswa,” ujar salah seorang guru di indramayu.
Menurutnya, pendidikan Budi Pekerti sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, sopan santun, serta sikap saling menghormati sejak dini. Karena itu, meskipun belum memiliki buku resmi, pembelajaran tetap berjalan melalui metode diskusi, cerita teladan, maupun praktik sikap sehari-hari di lingkungan sekolah.
Sementara itu, sejumlah pihak berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait dapat segera menyediakan bahan ajar atau buku panduan resmi untuk pelajaran Budi Pekerti. Hal ini dinilai penting agar proses pembelajaran memiliki pedoman yang jelas serta dapat diterapkan secara seragam di setiap sekolah.
Dengan adanya dukungan bahan ajar yang memadai, diharapkan pendidikan Budi Pekerti dapat berjalan lebih optimal dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak baik, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.


















