banner 728x250

Diskominfo Indramayu Perkuat Transformasi Digital melalui SUPERDIN dan SEMANIS MADU

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi SUPERDIN (Sistem Perjalanan Dinas Digital) dan SEMANIS MADU (Sistem Manajemen Informasi Magang Terpadu) yang digelar di Aula Diskominfo Kabupaten Indramayu, Selasa (30/6/2026).

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Penerapan sistem digital dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus kualitas pelayanan publik.

banner 325x300

Menurut Suwenda, transformasi digital bukan berarti menghilangkan prosedur yang selama ini berjalan. Sebaliknya, digitalisasi diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pelayanan tanpa mengurangi aspek pengawasan maupun pertanggungjawaban.

“Kami berharap, implementasi kedua aplikasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh pegawai sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Indramayu,” ujar Suwenda.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam pengembangan kedua aplikasi tersebut.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun aplikasi ini. Implementasi akan dimulai di lingkungan Diskominfo terlebih dahulu, kemudian ke depan akan disosialisasikan dan dikembangkan ke perangkat daerah lainnya di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Heru Susanto, menjelaskan bahwa SUPERDIN dan SEMANIS MADU mengusung konsep hybrid, yakni memadukan proses digital dengan sejumlah tahapan administrasi yang masih membutuhkan mekanisme manual.

“Sistem ini tidak sepenuhnya online. Masih ada beberapa proses yang memerlukan tahapan manual, seperti disposisi dan administrasi tertentu, sehingga konsep yang digunakan adalah hybrid agar tetap sesuai dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan,” jelas Heru.

Danang Jiwandono dari Bidang TIK Diskominfo Indramayu menambahkan, aplikasi SUPERDIN dikembangkan untuk menjawab berbagai kendala dalam pengelolaan perjalanan dinas. Di antaranya arsip yang belum terpusat, pemantauan anggaran yang masih dilakukan secara manual, serta penyusunan laporan yang belum otomatis.

Melalui SUPERDIN, seluruh tahapan perjalanan dinas, mulai dari pengajuan, persetujuan, monitoring hingga pelaporan, dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem digital.

Selain meningkatkan efisiensi birokrasi, aplikasi tersebut juga menyediakan basis data perjalanan dinas yang terpusat, mudah ditelusuri, dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Tak hanya SUPERDIN, Diskominfo Indramayu juga memperkenalkan SEMANIS MADU sebagai bagian dari langkah memperkuat digitalisasi pelayanan administrasi magang dan praktik kerja lapangan.

Tim Pengelola Sistem Bidang TIK Diskominfo Indramayu, Bambang Purnomo, menjelaskan bahwa SEMANIS MADU dirancang untuk mengatasi berbagai kendala administrasi magang yang selama ini masih dilakukan secara manual.

Melalui aplikasi tersebut, proses pendaftaran, verifikasi, penempatan peserta, monitoring, penilaian hingga penerbitan sertifikat dapat dilakukan secara digital dan terdokumentasi secara lebih tertib.

Kehadiran SEMANIS MADU diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan magang, memberikan kemudahan bagi siswa dan mahasiswa, sekaligus mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, transparan dan akuntabel.

Implementasi SUPERDIN dan SEMANIS MADU menjadi langkah awal Diskominfo Kabupaten Indramayu dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang semakin terintegrasi. Ke depan, penerapan kedua sistem tersebut diharapkan dapat diperluas ke perangkat daerah lainnya sehingga digitalisasi pelayanan pemerintahan dapat dirasakan secara lebih luas oleh aparatur maupun masyarakat.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *