banner 728x250

Cegah Pelajar Terjerumus Narkoba dan Tawuran, Polres Indramayu Turun Langsung ke Sekolah! Ini Pesan Pentingnya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Ancaman narkoba, tawuran antarpelajar, hingga aksi kekerasan yang melibatkan geng motor menjadi perhatian serius dalam upaya melindungi masa depan generasi muda. Untuk mencegah para pelajar terjerumus dalam pergaulan negatif, Polres Indramayu Polda Jawa Barat turun langsung ke lingkungan sekolah melalui program “Polisi Peduli Pendidikan”.

Kali ini, edukasi dan pembinaan menyasar para siswa UPTD SMP Negeri 2 Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum sekaligus membangun karakter pelajar agar mampu memilih pergaulan yang sehat dan menjauhi perilaku berisiko.

banner 325x300

Sejumlah personel Polres Indramayu hadir sebagai narasumber, di antaranya Kanit Jatanras Satreskrim Ipda Ridho Pratama S., S.Tr.K., Kanit Bintibmas Satbinmas Aiptu Asikin, serta personel Satresnarkoba Aiptu Eka, Aipda Teguh Surya Putra, dan Brigpol Triono J.S., S.H., M.Si.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai kedisiplinan, serta membekali pelajar dengan kemampuan menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

“Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin membekali para pelajar dengan pemahaman agar mampu mengenali risiko dan menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan pembinaan tersebut.

Edukasi Bahaya Narkoba Sejak Dini

Dalam sosialisasi tersebut, personel kepolisian memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba, bahaya penyalahgunaan, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Para siswa diingatkan agar tidak mudah tergoda untuk mencoba zat berbahaya, baik karena rasa penasaran maupun tekanan dari teman sebaya.

Penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu proses belajar, merusak kesehatan, dan menghambat pencapaian cita-cita. Karena itu, pelajar didorong untuk berani berkata tidak terhadap ajakan negatif serta memilih lingkungan pertemanan yang mendukung masa depan mereka.

Tawuran Bukan Jalan Keluar

Selain narkoba, tawuran antarpelajar menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Petugas mengingatkan bahwa perselisihan dan perbedaan pendapat tidak seharusnya diselesaikan dengan tindakan kekerasan.

Para pelajar diajak belajar mengendalikan emosi, membangun komunikasi yang baik, menghormati perbedaan, serta menjaga hubungan persaudaraan dengan siswa dari sekolah lain.

Konflik yang awalnya dipicu persoalan sederhana dapat berkembang menjadi masalah serius apabila disertai tindakan kekerasan. Oleh sebab itu, penyelesaian masalah secara damai menjadi salah satu nilai penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

Waspadai Ajakan Geng Motor dan Provokasi Media Sosial

Petugas juga memberikan pemahaman mengenai risiko keterlibatan dalam kelompok geng motor yang melakukan tindakan melanggar hukum.

Para pelajar diimbau tidak mengikuti konvoi yang mengganggu ketertiban umum, aksi kekerasan, maupun kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Di era digital, penggunaan media sosial turut menjadi perhatian. Siswa diajak memanfaatkan teknologi untuk belajar, mengembangkan kreativitas, dan memperluas wawasan.

Sebaliknya, mereka diminta tidak mudah terpancing unggahan provokatif, tantangan berbahaya, maupun ajakan yang dapat memicu permusuhan dan kekerasan antarkelompok.

Orang Tua dan Sekolah Punya Peran Penting

AKP Tarno menegaskan bahwa upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kekerasan yang melibatkan remaja tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat keamanan.

Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan perhatian terhadap lingkungan pergaulan, serta mendampingi aktivitas mereka, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Sementara itu, sekolah diharapkan terus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membangun karakter positif.

Melalui program “Polisi Peduli Pendidikan”, Polres Indramayu berupaya memperkuat kemitraan dengan pihak sekolah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tertib, aman, dan bebas dari kekerasan.

AKP Tarno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, melindungi masa depan anak bukan hanya dengan menjauhkan mereka dari narkoba dan kekerasan, melainkan juga memberikan perhatian, pendidikan, keteladanan, dan kesempatan untuk berkembang serta meraih cita-cita.

Polres Indramayu Buka Layanan Pengaduan

Pada kesempatan tersebut, AKP Tarno juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Masyarakat dapat menghubungi layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center Polri 110.

Dengan sinergi kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan para pelajar di Kabupaten Indramayu dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, taat hukum, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *