banner 728x250
Berita  

Di Tengah Sorotan Gaya Hidup Pejabat, Pak Lurah WK Tampil Sederhana dan Merakyat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Di tengah sorotan publik terhadap gaya hidup sejumlah pejabat, sosok Pak Lurah WK justru hadir dengan cerita yang berbeda. Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Jawa Barat yang baru genap berusia 57 tahun ini dikenal sebagai figur kepala desa yang sederhana, ramah, dan dekat dengan masyarakat.

Usia 57 tahun menjadi tonggak perjalanan panjang pengabdiannya dalam membangun desa. Tidak hanya memimpin wilayahnya sendiri, kini ia memikul tanggung jawab yang lebih besar sebagai Ketua APDESI Jawa Barat, organisasi yang menaungi dan memperjuangkan aspirasi ribuan kepala desa di seluruh provinsi.

banner 325x300

Kesederhanaan menjadi karakter yang melekat kuat pada diri Pak Lurah WK. Dalam kesehariannya, ia jauh dari kesan pemimpin yang eksklusif. Warga dapat dengan mudah menemuinya untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan. Dengan senyum yang ramah dan sikap yang bersahaja, ia kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat.

“Beliau itu orangnya ramah pisan, tidak pernah membeda-bedakan. Mau warga kecil atau siapa pun dilayani sama baiknya. Padahal jabatannya sekarang Ketua APDESI Jabar,” ujar salah seorang warga.

Perjalanan menjadi seorang kepala desa bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan dedikasi, kesabaran, dan komitmen yang kuat untuk membangun desa dari akar rumput. Pengalaman panjang itulah yang membentuk Pak Lurah WK menjadi pemimpin yang memahami secara nyata kebutuhan masyarakat dan tantangan pemerintahan desa.

Sebagai Ketua APDESI Jawa Barat, ia dikenal aktif menyuarakan berbagai aspirasi kepala desa. Di bawah kepemimpinannya, APDESI Jabar terus berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, terutama dalam mengawal pembangunan desa, memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa, serta mendorong penguatan otonomi desa.

Memasuki usia ke-57 tahun, semangat pengabdian Pak Lurah WK tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Sebaliknya, ia terus membuktikan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kedekatan dengan masyarakat, integritas, dan konsistensi dalam melayani.

Sosok Pak Lurah WK menjadi gambaran pemimpin desa yang mengedepankan kesederhanaan dalam kehidupan, namun kaya akan dedikasi dan pengabdian. Di tengah berbagai tantangan pemerintahan desa, kehadirannya menjadi inspirasi bahwa pemimpin yang rendah hati akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

(Abah Rudi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *