BITUNG, Pikiran Rakyat Nusantara.com| Gideon Yeremia Longkutoy (GYL) secara resmi mengakhiri seluruh kiprahnya di Partai Nasional Demokrat (NasDem). Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bitung.
Langkah tersebut diambil setelah GYL melakukan berbagai pertimbangan matang dengan mencermati dinamika internal partai. Menurutnya, keputusan meninggalkan Partai NasDem bukanlah sikap yang diambil secara tiba-tiba, melainkan hasil evaluasi dan pemikiran yang berlangsung dalam waktu cukup panjang.
“Keputusan ini telah melalui proses pertimbangan yang matang dengan melihat berbagai perkembangan dan dinamika yang terjadi,” ujar GYL pada Minggu (4/10/2026).
Selama meniti karier politik di partai tersebut, GYL menyebut berbagai agenda politik dan kerja organisasi yang dijalankannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui jalur politik. Ia menilai pengabdian tersebut telah dilaksanakan sesuai kapasitas dan tanggung jawab yang diemban.
Meski memutuskan mengakhiri kiprahnya di Partai NasDem, GYL tetap menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran partai. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara, anggota fraksi, pengurus daerah, kader, hingga para simpatisan yang selama ini bekerja bersama membangun partai di Kota Bitung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPP, DPW, pengurus, anggota fraksi, kader dan simpatisan yang selama ini telah bersama-sama membangun Partai NasDem,” katanya. Dengan keputusan tersebut, GYL menegaskan telah melepaskan seluruh hak dan kewajiban sebagai pengurus maupun anggota Partai NasDem.
Keputusan GYL memunculkan spekulasi mengenai arah politiknya ke depan. Saat ditanya kemungkinan bergabung dengan partai politik lain, ia menyebut peluang tersebut masih terbuka. Sejumlah pengamat politik menilai peluang GYL bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) cukup besar, mengingat kedekatannya dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka serta karakteristik PSI yang banyak dihuni tokoh muda. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari GYL mengenai partai yang akan menjadi tujuan berikutnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan internal DPW NasDem Sulawesi Utara, GYL sempat ditawari posisi sebagai salah satu pengurus di tingkat provinsi. Namun ia memilih mengakhiri pengabdiannya di Partai NasDem. Langkah tersebut menambah daftar tokoh politik Sulawesi Utara yang memilih meninggalkan partai, setelah mantan Ketua DPW NasDem Sulut Victor Mailangkay juga secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, pada pekan lalu. Dinamika ini dipandang sebagai bagian dari perkembangan politik menjelang agenda nasional mendatang, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Kota Bitung.


















