BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Bitung melakukan survei terhadap dua lokasi lahan pertanian di Kelurahan Tendeki dan Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu (7/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Hanura Bertani yang merencanakan penanaman sekitar 25 ribu pohon cabai per hektare.
Program ini ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas cabai di tingkat lokal.
Ketua DPC Hanura Kota Bitung, Josefin Kapada, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum program penanaman cabai dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bitung, dalam menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengantisipasi tekanan inflasi akibat kenaikan harga cabai.
“Tujuan utama pelaksanaan survei lokasi program ketahanan pangan cabai ini adalah mendukung program Hanura Bertani. Kami ingin ikut berkontribusi terhadap program pemerintah, secara khusus Pemerintah Kota Bitung, dalam menjaga keseimbangan harga dan mengendalikan inflasi,” ujar Josefin.
Ia menambahkan bahwa terdapat dua titik lokasi yang menjadi sasaran peninjauan. Lokasi pertama berada di Kelurahan Tendeki, dilanjutkan ke lokasi kedua di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari. Kedua lokasi tersebut akan dikaji untuk mendukung rencana pengembangan tanaman cabai keriting dan cabai rawit.
Setelah survei lokasi ini, DPC Hanura Bitung berharap program penanaman cabai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bitung. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan partai, tetapi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Sementara itu, pakar sekaligus akademisi pertanian, Dr. Ir. Charles R. Nangngi, M.S., menilai program tersebut sebagai langkah positif. Menurutnya, kegiatan ini berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik karena berpotensi memberikan dampak bagi masyarakat luas. Masih banyak lahan tidur yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Melalui penanaman cabai rawit maupun cabai keriting, lahan tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Charles.
Charles juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap petani, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau panjang. Ia menekankan kebutuhan infrastruktur pengairan, termasuk pipanisasi dan penyediaan sumber air, agar produktivitas tanaman tetap terjaga. Selain itu, ia mendorong pola pemberdayaan petani melalui upah kerja dan kemungkinan pemberian bonus berdasarkan hasil panen agar petani memperoleh manfaat langsung.
Survei tersebut dihadiri sejumlah pengurus Hanura, antara lain Sekretaris DPC Hanura Bitung Jeri Tomuka, Bendahara Grace Bobane, S.Sos., Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Utara Aswin Kasim, S.H., serta sejumlah pengurus dan tokoh lainnya. Turut hadir pemilik lahan. Melalui kegiatan ini, Hanura Bitung berharap rencana program Hanura Bertani dapat dipersiapkan secara matang sehingga pemanfaatan lahan pertanian mampu mendukung ketersediaan cabai, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat dan petani setempat.
Harto


















