banner 728x250

Sempat Memanas! Kapolres Indramayu Duduk Bersila di Aspal Bersama Mahasiswa, Ada Apa?

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com– Momen tak biasa terjadi saat ratusan mahasiswa Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026). Di tengah situasi yang sempat memanas dan diwarnai aksi saling dorong, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., memilih turun langsung ke tengah kerumunan untuk meredakan ketegangan.

Tak hanya melerai massa, Kapolres bahkan duduk bersila di atas aspal bersama mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka ruang dialog sekaligus mendorong komunikasi antara peserta aksi dan para wakil rakyat.

banner 325x300

Aksi mahasiswa itu membawa tuntutan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu.

Sebelumnya, massa memulai aksi penyampaian aspirasi sejak siang hari di Pendopo Indramayu. Aksi kemudian berlanjut ke Gedung DPRD hingga petang. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa mendesak kehadiran anggota dewan agar bersedia mendengarkan langsung tuntutan mereka.

Di tengah kondisi tersebut, AKBP Prianggo bersama jajarannya berupaya mengendalikan situasi melalui pendekatan persuasif. Komunikasi terus dilakukan dengan berbagai pihak agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.12 WIB, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Indramayu akhirnya menemui massa aksi untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, meskipun sempat diwarnai dinamika di lapangan.

“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, hanya ada sedikit dinamika,” ujar AKP Tarno.

Setelah rangkaian aksi dan komunikasi berlangsung, sekitar pukul 19.00 WIB, massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri.

AKP Tarno juga menyoroti momen ketika Kapolres Indramayu duduk bersama mahasiswa di tengah jalan. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendengarkan aspirasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

Sikap turun langsung ke tengah massa itu menunjukkan pendekatan dialogis dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Di tengah perbedaan pandangan dan meningkatnya ketegangan, komunikasi serta kesediaan untuk saling mendengarkan menjadi unsur penting dalam meredakan situasi.

Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi masyarakat dan mahasiswa membutuhkan ruang dialog yang terbuka. Di sisi lain, pengamanan yang mengedepankan komunikasi dan sikap persuasif diharapkan dapat menjaga kebebasan menyampaikan pendapat tetap berjalan seiring dengan ketertiban umum.

Hingga massa membubarkan diri, aksi unjuk rasa berakhir setelah mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka dan sejumlah anggota DPRD menemui peserta aksi untuk mendengarkan aspirasi tersebut.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *